Tak kalah dengan film-film dari kisah nyata lainnya, Everest mampu memberikan secara detail mengenai gambaran para pendaki gunung dari titik terbawah di Nepal, hingga beberapa dari mereka menyatu untuk selamanya dengan gunung tertinggi di dunia itu.
Turut dimunculkan juga beberapa pendaki yang terlibat pada tahun 1996 seperti Scott Fischer (Jake Gyllenhaal), Beck Weathers (Josh Brolin), Doug Hansen (John Hawkes), Guy Cotter (Sam Worthington), Andy Harris (Martin Henderson), Yasuko Namba (Naoko Mori), Anatoli Boukreev (Ingvar Eggert SigurĂ°sson), hingga sang penulis sendiri, Jon Krakauer (Michael Kelly).

Sejak awal film, jalinan erat antara Rob Hall dengan para pendaki lainnya digambarkan secara menggembirakan. Ambisi mereka untuk bisa mencapai puncak tertinggi di tahun itu sangatlah besar, karena beberapa terkendala masalah kesehatan atau dimakan usia.
Ketika syuting filmnya digambarkan di sekitar kaki Gunung Everest, kita diperlihatkan oleh keindahan panorama alam yang ada di sana. Bahkan setelah para pendaki mencapai sisi dan puncak gunung, penonton dipastikan terbawa oleh suasana filmnya dan ikut merasakan dinginnya badai gunung Everest kala itu.
Beberapa adegan pun masih terlihat menegangkan, terlebih lagi bagi yang belum mengenal sejarah tragedi ini dan tidak tahu siapa saja yang selamat dan siapa yang meregang nyawa. Namun bagi yang sudah tahu sejarahnya, mungkin adegan kematian beberapa tokoh bakal sulit untuk dilupakan dari kepala.
Lalu bagi beberapa pecinta film yang berharap melihat banyaknya unsur dramatis, mungkin Everest terkesan membosankan. Pasalnya, alur yang disajikan tak terlalu rumit dan fokusnya memang memperlihatkan para pendaki saat berada di puncak dan saat mereka kehilangan nyawa.
Di luar kelebihan dan kekurangannya, Everest tetap menjadi satu tontonan yang wajib disaksikan oleh para pecinta film biografi dengan bumbu petualangan, bencana, dan ketegangan (thriller). Filmnya sudah tayang di bioskop-bioskop tanah air dan layak disaksikan bersama teman maupun keluarga. (Liputan6)