Harry Potter - Game Baru Niantic Berteknologi AR

Harry Potter - Game Baru Niantic Berteknologi ARPokemon Go menjadi game yang digandrungi para gamer di berbagai negara. Game ini menggunakan teknologi augmented reality (AR) dan memungkinkan pengguna berkeliling di wilayahnya demi menangkap Pokemon. Pokemon Go menjadi game yang hits dan banyak digunakan para gamer di berbagai belahan dunia bahkan tak lama setelah game ini dirilis. Tak ayal banyak developer turut mengembangkan game AR mobile lainnya demi meraih peruntungan.

Tak puas dengan Pokemon Go, Niantic – developer game Pokemon Go dikabarkan tengah mengembangkan game baru dengan menggunakan teknologi AR. Harry Potter: Wizards Unite dilaporkan akan menjadi game AR rancangan Niantic. Jika Anda merupakan penggemar Hary Potter, kabar ini mungkin tak akan Anda lewatkan begitu saja. Menariknya, game Harry Potter akan dirilis pada 2018 meski belum ada informasi yang rinci.

Niantic diperkirakan akan sangat terinspirasi dari Ingress, jenis game online yang terdiri dari banyak pemain yang menggunakan informasi lokasi dan teknologi AR. Di Harry Potter: Wizard Unite, pemain harus mengumpulkan kekuatan, mempertahankan lokasi dan menjelajahi lingkungan baru sambil menjelajahi dunia nyata sama seperti Pokemon GO. Niantic sendiri telah mengonfirmasi bahwa perusahaannya tengah mengembangkan game mobile baru berteknologi AR. Sayangnya, Niantic tak memberikan detail game selanjutnya itu. Demikian seperti dilansir Neowin, Jumat (10/11/2017).
Selengkapnya

Father.IO - Game FPS Berteknologi AR Pertama

Father.IO - Game FPS Berbasis AR PertamaFather.IO adalah sebuah game atau permainan yang akan segera diliris karena terinspirasi dari Game Ingress (game AR pertama). Sekelompok pengembang muda dari Amerika Serikat membuat proyek game FPS (first person shooter) pertama yang berbasis AR yang akan menyaingi Pokemon Go. “Father.IO adalah game FPS pertama yang dapat dimainkan secara nyata. Para pemain akan merasakan adrenalin dan membuat strategi perang ketika memainkan game ini,” kata pernyataan resmi Father.IO (dari salah satu sumber).

Untuk memainkan game ini, kalian para pemain harus memasang sebuah alat pendukung yang dinamakan Inceptor. Alat ini adalah sensor yang digunakan untuk menembak pemain lain sampai jarak 50 meter loh. Dalam Inceptor terdapat enam sensor penerima yang dirancang untuk mendeteksi tembakan dari segala arah. Cara bermainnya pun pemain harus memilih dua kelompok, yakni : Evolved dan Human. Sama seperti Pokemon Go, setiap pemain harus berjuang untuk merebut wilayah kekuasaan. Wilayah yang dapat diperebutkan meliputi sekolah, rumah ibadah dsb.

Hmmm nampaknya games tidak akan pernah mati ya Sob, karena melihat peminat atau para gamers yang bisa memainkan games yang mereka suka dengan mudah dan cepat yakni hanya berbekal gadget (smartphone) yang semakin canggih. Buat kalian yang penasaran dengan games Father.IO harus sabar ya karena game ini masih dalam tahap pengujian secara terbatas kepada para relawan. Kita bersabar dan tunggu bersama hingga peluncuran game ini hingga waktunya tiba.
Selengkapnya

Walking Dead - Game Augment Reality Finlandia

Walking Dead - Game Augment Reality FinlandiaSebuah game yang akan diluncurkan oleh Next Games akan menampilkan sebuah game smartphone yang bersifat realitas augmented baru. Game realitas yang belakangan menyedot perhatian masa di seluruh dunia, sekarang game realitas baru yang berasal dari Finlandia ‘Walking Dead’ diprediksikan pula akan meraih popularitas yang sama. Dituturkan oleh pihak Next Games dalam acara TV AMC Networks, Kemarin (3/11) bahwa pihaknya akan merilis game tersebut beberapa bulan mendatang.

Adapun hal yang menarik dari permainan ini adalah pemain akan bertarung melawan zombie yang seolah-olah dihadirkan ke dunia nyata melalui layar smartpone. Walking Dead: Our World diharapkan akan mengikuti kesuksesan Pokemon Go. Untuk uji coba Walking Dead akan tersedia di Apple App Store dan Google Play di beberapa wilayah pada bulan Januari mendatang. Sementara rilis secara luasnya dikatakan akan dilakukan memasuki akhir tahun 2018 mendatang.

Dalam acara TV tersebut analis Jerker Salokivi dari broker Evil mengatakan, “Saya memiliki pandngan optimis tentang potensi permainan baru (tersebut). Saya berharap game ini mencapai tingkat pendapatan yang sama dengan game mereka sebelumnya.” Saham yang telah tercatat pada perusahaan game tersebut diketahui telah meningkat lebih dari 100 persen pada bulan Maret.

Game pendahulunya, Pokemon Go yang mengajak para pemainnya mengelilingi lokasi tinggal mereka dan melatih mahluk yang ia miliki. Pokemon Go pada masa trennya telah diunduh sebanyak 750 juta unduhan. “Perlu memberi pemain alasan untuk melihat-lihat kamera mereka, mengubah lingkungan sekitar menjadi sesuatu yang lain,” kata CEO Game Teemu Huuhtanen yang juga mengambil kerja sama dalam Walking Dead. Bagi anda yang menggemari game dan dunia zombie tentunya kabar ini menjadi kabar yang menggembirakan dan sangat ditunggu kedatangannya.
Selengkapnya

Ghostbusters World - Game Baru Berburu Hantu

Ghostbusters World - Game Baru Berburu Hantu4:33 Creative Lab baru saja mengumumkan game terbaru mereka, Ghostbusters World untuk smartphone! Game ini merupakan adaptasi dari serial Ghostbusters, tim penangkap hantu yang populer di tahun 80-an. Game ini sendiri akan memberikan fitur utama menangkap hantu secara nyata, sebab menggunakan teknologi AR (Augmented Reality). Jika dilihat game ini meneruskan kesuksesan dari Pokemon Go yang juga menggunakan teknologi yang sama.

Game ini sendiri dikembangkan 4:33 Creative Lab yang bekerjasama dengan studi NextAge. Bahkan game ini juga termasuk bagian dari ARCore milik Google. Pihak pengembang mengklaim bahwa game ini akan menampilkan fitur terbaru dari AR dan teknologi mobile lain. Bahkan game ini juga akan mengukur kemampuan pemain secara nyata dalam menangkap hantu.

Ghostbusters World memungkinkan para pemain untuk bertarung satu sama lain untuk menangkap hantu dari seluruh dimensi IP populer ini. Ada banyak hantu kuat yang muncul di franchise Ghostbusters, seperti dari film, serial TV, komik, theme park, hingga video game lainnya! Pihak penerbit menjadwalkan game ini akan dirilis tahun 2018 ini juga loh! Untuk informasi lebih lengkapnya akan diungkap pada pagelaran Game Developers Conference (GDC) bulan depan.

Dilihat dari trailer perdananya, game ini memungkinkanmu untuk menjadi pemburu hantu terkenal, Ghostbusters! Pemain bisa mendeteksi hantu menggunakan smartphone milikmu sebagai P.K.E. Meter, tentunya hantunya tidak sungguhan loh! Setiap hantu akan bersembunyi, jadi kamu harus mencari mereka terlebih dahulu. Setelah ketemu, kamu bisa menggunakan smartphone untuk menembakan energi pelemah hantu dari Proton Gun!

Proton Gun ini bisa melemahkan hantu, mereka tidak bisa bergerak dan merasa kesakitan ketika terkena tembakan ini. Sementara itu, untuk menangkap mereka, kamu memerlukan Muon Trap! Ketika lemah, para hantu bisa dengan mudahnya terserap di Muon Trap ini, mereka akan tersegel dan misimu menangkap hantu akan berhasil. Untuk berburu hantu kamu bisa bekerjasama dengan pemain lain! Tentu dengan bekerjasama dengan pemain lain, kamu bisa dengan mudah membagi tugas: siapa yang mendeteksi hantu, siapa yang melemahkan mereka, dan siapa yang menangkap mereka. Kita tunggu saja lebih detail mengenai game ini.
Selengkapnya

Dragon Ball Legends Game Baru Android dan iOS

Dragon Ball Legends Game Baru Android dan iOSBandai Namco pada akhirnya mengumumkan akan membawa game pertarungan terbaik mereka, Dragon Ball Legends ke perangkat mobile. Mereka memastikan para pengguna Android dan iOS dapat memainkan game tersebut. Mengutip dari laman IGN, game ini nantinya akan dapat dimainkan secara online di puluhan negara di dunia. Hal ini tentunya sangat menarik karena game ini memang ditunggu oleh para gamer dari seluruh dunia.

Salah satu pengembang game ini, Toshitaka Tachibana menjelaskan bahwa gameplay dari game ini sangat menarik. Para gamer diizinkan mengendalikan 3 karakter per pertandingan. Para gamer dapat mengendalikan ketiga karakter ini secara terpisah. Mereka dapat mengganti karakter tersebut dengan menyentuh gambar karakter yang bersangkutan. Yang terpenting adalah Tachibana menjanjikan para gamer dapat bertarung dengan gamer lain di seluruh dunia atau tidak dikunci per daerah. “Kami akan memastikan para gamer untuk bertarung satu lawan satu di manapun, dengan siapapun,” jelas Tachibana.

Dia menambahkan, hal ini bisa terjadi dikarenakan mereka menggunakan teknologi Google Cloud Platform. Pasalnya, baru Google Cloud Platform yang bisa mengizinkan hal ini dapat terjadi. “Para pengguna tidak perlu khawatir terhadap koneksi internet, lantency, atau yang lainnya. Mereka hanya harus khawatir dengan lawan mereka,” tegasnya. Untuk karakter, Bandai Namco berjanji akan memasukkan banyak karakter di dalam game ini. Namun sejauh ini, karakter yang dikonfirmasi adalah Goku, Piccolo, Nappa, dan Frieza. Sayangnya, mereka masih enggan untuk memberikan tanggal pasti dari peluncuran game ini. Namun mereka memastikan jika Dragon Ball Legens akan hadir pada tahun ini.
Selengkapnya