Sejarah Kalender Islam atau Kalender Hijriyah

Kalender Hijriyah atau Kalender Islam (bahasa Arab: التقويم الهجري; at-taqwim al-hijri), adalah kalender yang digunakan oleh umat Islam, termasuk dalam menentukan tanggal atau bulan yang berkaitan dengan ibadah, atau hari-hari penting lainnya. Kalender ini dinamakan Kalender Hijriyah, karena pada tahun pertama kalender ini adalah tahun dimana terjadi peristiwa Hijrah-nya Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah, yakni pada tahun 622 M. Di beberapa negara yang berpenduduk mayoritas Islam, Kalender Hijriyah juga digunakan sebagai sistem penanggalan sehari-hari. Kalender Islam menggunakan peredaran bulan sebagai acuannya, berbeda dengan kalender biasa (kalender Masehi) yang menggunakan peredaran Matahari.

Sejarah - Penentuan dimulainya sebuah hari/tanggal pada Kalender Hijriyah berbeda dengan pada Kalender Masehi. Pada sistem Kalender Masehi, sebuah hari/tanggal dimulai pada pukul 00.00 waktu setempat. Namun pada sistem Kalender Hijriah, sebuah hari/tanggal dimulai ketika terbenamnya Matahari di tempat tersebut. Kalender Hijriyah dibangun berdasarkan rata-rata silkus sinodik bulan kalender lunar (qomariyah), memiliki 12 bulan dalam setahun. Dengan menggunakan siklus sinodik bulan, bilangan hari dalam satu tahunnya adalah (12 x 29,53059 hari = 354,36708 hari). Hal inilah yang menjelaskan 1 tahun Kalender Hijriah lebih pendek sekitar 11 hari dibanding dengan 1 tahun Kalender Masehi.

Faktanya, siklus sinodik bulan bervariasi. Jumlah hari dalam satu bulan dalam Kalender Hijriah bergantung pada posisi bulan, bumi dan Matahari. Usia bulan yang mencapai 30 hari bersesuaian dengan terjadinya bulan baru (new moon) di titik apooge, yaitu jarak terjauh antara bulan dan bumi, dan pada saat yang bersamaan, bumi berada pada jarak terdekatnya dengan Matahari (perihelion). Sementara itu, satu bulan yang berlangsung 29 hari bertepatan dengan saat terjadinya bulan baru di perige (jarak terdekat bulan dengan bumi) dengan bumi berada di titik terjauhnya dari Matahari (aphelion). Dari sini terlihat bahwa usia bulan tidak tetap melainkan berubah-ubah (29 - 30 hari) sesuai dengan kedudukan ketiga benda langit tersebut (Bulan, Bumi dan Matahari). Penentuan awal bulan (new moon) ditandai dengan munculnya penampakan (visibilitas) Bulan Sabit pertama kali (hilal) setelah bulan baru (konjungsi atau ijtimak).

Pada fase ini, Bulan terbenam sesaat setelah terbenamnya Matahari, sehingga posisi hilal berada di ufuk barat. Jika hilal tidak dapat terlihat pada hari ke-29, maka jumlah hari pada bulan tersebut dibulatkan menjadi 30 hari. Tidak ada aturan khusus bulan-bulan mana saja yang memiliki 29 hari, dan mana yang memiliki 30 hari. Semuanya tergantung pada penampakan hilal. Penetapan kalender Hijriyah dilakukan pada zaman Khalifah Umar bin Khatab, yang menetapkan peristiwa hijrahnya Rasulullah saw dari Mekah ke Madinah. Kalender Hijriyah juga terdiri dari 12 bulan, dengan jumlah hari berkisar 29-30 hari.

Penetapan 12 bulan ini sesuai dengan firman Allah Subhana Wata'ala: “ Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa. ” - At Taubah(9):36 -

Sebelumnya, orang Arab pra-kerasulan Rasulullah Muhammad SAW telah menggunakan bulan-bulan dalam kalender hijriyah ini. Hanya saja mereka tidak menetapkan ini tahun berapa, tetapi tahun apa. Misalnya saja kita mengetahui bahwa kelahiran Rasulullah SAW adalah pada tahun gajah.Abu Musa Al-Asyári sebagai salah satu gubernur pada zaman Khalifah Umar r.a. menulis surat kepada Amirul Mukminin yang isinya menanyakan surat-surat dari khalifah yang tidak ada tahunnya, hanya tanggal dan bulan saja, sehingga membingungkan. Khalifah Umar lalu mengumpulkan beberapa sahabat senior waktu itu. Mereka adalah Utsman bin Affan r.a., Ali bin Abi Thalib r.a., Abdurrahman bin Auf r.a., Sa’ad bin Abi Waqqas r.a., Zubair bin Awwam r.a., dan Thalhan bin Ubaidillah r.a.

Mereka bermusyawarah mengenai kalender Islam. Ada yang mengusulkan berdasarkan milad Rasulullah saw. Ada juga yang mengusulkan berdasarkan pengangkatan Muhammad saw menjadi Rasul. Dan yang diterima adalah usul dari Ali bin Abi Thalib r.a. yaitu berdasarkan momentum hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Yatstrib (Madinah). Maka semuanya setuju dengan usulan Ali r.a. dan ditetapkan bahwa tahun pertama dalam kalender Islam adalah pada masa hijrahnya Rasulullah saw. Sedangkan nama-nama bulan dalam kalender hijriyah ini diambil dari nama-nama bulan yang telah ada dan berlaku pada masa itu di wilayah Arab.
Selengkapnya

Daftar 11 Kota Termacet di Indonesia

Kementerian Perhubungan mendata kota besar di Indonesia  yang paling tinggi tingkat kemacetannya. Kemacetan ini diukur untuk mencari kota-kota yang bisa diterapkan Electronic Pricing Road (ERP).

Kemacetan ini dihitung oleh kementerian pekerjaan umum dengan membandingkan kapasitas jalan dengan kendaraan yang lewat atau Volume/Capacity Ratio (V/C Ratio). Ukurannya sendiri terdiri dari angka mulai dari nol hingga satu.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Kementerian Perhubungan, Elly Adriani Sinaga mengungkapkan, semakin kecil angkanya maka jalan tersebut semakin lancar.

"Tapi semakin besar maka jalan tersebut makin macet," katanya.

Elly mengungkapkan, data yang dirilisnya merupakan data lama yang butuh pemutakhiran. Kondisi saat ini menurutnya tentu lebih parah daripada hasil penelitian yang dilakukan beberapa tahun lalu.

"Bandung, Bekasi, Medan, itu V/C Rationya sudah mendekati 0,9 dan sudah hampir berhenti," katanya.

Kota-kota yang V/C Rationya sudah melebihi 0,8 menurut Elly sudah memasuki tahap waspada. Untuk itulah di kota-kota tersebut mulai diterapkan sistem ERP untuk mengendalikan kemacetan dan kepadatan kendaraan pada jam-jam tertentu.

Selain ERP pemerintah daerah juga harus mendorong masyarakat untuk menggunakan angkutan umum.

Berikut ini beberapa kota yang mencatatkan V/C ratio paling tinggi:

1. Bogor V/C ratio 0,86 dengan kecepatan rata-rata 15,32 km/jam

2. DKI Jakarta V/C Ratio 0,85 dengan kecepatan rata-rata 10-20 km/jam,

3. Bandung V/C ratio 0,85 dengan kecepatan rata-rata 14,3 km/jam,

4. Surabaya V/C ratio 0,83 dengan kecepatan rata-rata 21 km/jam,

5. Depok V/C ratio 0,83 dengan kecepatan rata-rata 21,4 km/jam,

6. Bekasi V/C Ratio 0,83 dengan kecepatan rata-rata 21,86 km/jam

7. Tangerang V/C Ratio 0,82 dengan kecepatan rata-rata 22 km/jam,

8. Medan V/C ratio 0,76 dengan kecepatan rata-rata 23,4 km per jam

9. Makassar V/C Ratio 0,73 dengan kecepatan rata-rata 24,06 km/jam

10. Semarang V/C Ratio 0,72 dengan kecepatan rata-rata 27 km/jam, dan,

11. Palembang V/C ratio 0,61 dengan kecepatan rata-rata 28,54 km/jam.

Sebelumnya, Elly Adriani Sinaga di Jakarta, mengatakan, salah satu cara memanajemen lalu lintas  dalah penerapan jalan berbayar elektronik atau "electronic road pricing" (ERP).

Selain Medan, sejumlah kota besar di Indonesia dinilai sudah harus menerapkan sistem jalan berbayar elektronik atau "electronic road pricing" (ERP) (Antara)

 

Selengkapnya

Daftar Kata Baku dan Tidak Baku - ABC

A

KATA TIDAK BAKU (KATA BAKU) ARTI

abrasi (aberasi): Penyimpangan dari yang umum; tidak wajar
absorsi (absorpsi): penyerapan; penghisapan
accu (aki): alat himpun tenaga listrik
adap (adab): moral; etika; sopan-santun
adegio (adagio): waktu perlahan-lahan, tetapi berekspresi tinggi
adesi (adhesi): bersifat melekat
adi busana (adibusana): busana yang dirancang secara ekslusif; busana kebesaran
adi daya (adidaya): adikuasa; super power; negara Amerika Serikat
adi gang (adigang): bersifat pamer kekuasaan dan kekuatan
adi guna (adiguna): bersifat pamer kepandaian
adi gung (adigung): bersifat pamer keluhuran atau keturunan
adi kodrati (adikodrati): kekuatan dari Tuhan
adi luhung (adiluhung): luhur dan bermutu tinggi
aditorium/oditorium (auditorium): ruang untuk mendengarkan ceramah; ruang pertunjukan
admin (administrator): orang yang mempunyai kemampuan memimpin dan memerintah secara baik
adpokat (advokat): pakar hukum; pengacara
advent (adven): kedatangan Isa Al-Masih dalam agama Kristen
adzan (azan): seruan untuk mengerjakan salat
afdol (afdal): lebih utama; alangkah baiknya
agamis (agamais): orang yang beragama
ajeg (ajek): terus-menerus secara berkala
ajektif (adjektif): kata yang menguraikan nomina
ajimat (azimat): yang mempunyai kesaktiannya
akhirul kalam (akhirulkalam): penutup kata
aktuil (aktual): bahan pembicaraan yang hangat
alfa (alpa): lalai dari tugas atau kewajiban
aliyah (aliah): pendidikan tingkat menengah atas
alpha (alfa): huruf pertama abjad Yunani
amandemen (amendemen): usulan untuk mengubah rancangan undang-undang
amben (ambin): balai-balai; tempat tidur
ambeyen (ambeien): penyakit wasir
ambulan/ambulance (ambulans): mobil pengangkut jenazah atau penolong orang sakit
amirulhaj (amirulhaji): yang memimpin jamaah haji
amper (ampere): satuan ukuran kekuatan arus listrik
analisa (analisis): penyelidikan atau penguraian; telaah
anestesia (anestesi): hilang rasa pada tubuh
anoda (anode): bagian yang bermuatan positif
ansambel (ensambel): grup pemain musik
antar umat beragama (antarumat beragama): antara umat beragama yang satu dengan umat beragama yang lain
antene (antena): kawan pancar penangkap gelombang radio atau televisi
antri (antre): menunggu giliran
aparatur (aparat): pegawai negeri
aplus (aplaus): tepuk tangan tanda setuju
apostrop/opostrop (apostrof): tanda penyingkat (‘); misal: ‘kan; ‘93
apotik (apotek): tempat menjual obat atas resep dokter
aquades (akuades): air dari hasil sulingan
arbiter (arbitrer): sewenang-wenang; sesuka-suka
asal-muasal (muasal): asal-usul; asal mula
aseptor (akseptor): peserta KB
asesori (aksesori): kelengkapan
ashar/’ashar (asar): salat pada petang hari
astronot (astronaut): antariksawan; angkasawan; orang yang ke ruang angkasa
atheis (ateis): paham yang tidak mempercayai Tuhan
atmosfir (atmosfer): udara yang menyelimuti bumi
atret (ateret): kendaraan yang tergerak mundur
audiens (audiensi): kunjungan untuk menghormati
auliya (aulia): orang-orang suci; para wali
autobiografi (otobiografi): buku riwayat hidup yang ditulis sendiri
automatis/automatic (otomatis): dengan sendirinya
azas (asas): hukum dasar; dasar; landasan

B

KATA TIDAK BAKU (KATA BAKU) ARTI

balance (balans): keseimbangan; seimbang
baligh (balig): cukup umur
balsem (balsam): minyak kental untuk digosokkan
bandrol (banderol): pita cukai; daftar harga
bangker (bungker): lubang perlindungan di dalam tanah
bapaknda/bapakda (bapanda): ayah; bapak
baqa (baka): alam kelanggengan; kekal
barzah (barzakh): alam kubur
batalyon (batalion): bagian dari resimen dalam kesatuan tentara
baterei (baterai): alat himpun dan pembangkit listrik; lampu senter
bathil (batil): batal; tidak benar; tidak sah
bazaar (bazar): pasar amal
belangko (blangko): surat keterangan yang belum diisi
belender (blender): alat pelumat makanan
bemper (bumper): besi penahan benturan pada kendaraan
bengkoang/bengkowang (bengkuang): nama sejenis tumbuhan umbi yang manis
bensol (benzol): jenis bahan bakar; benzena
bergajul (bargajul): pemuda nakal
berjanji (barzanj): bacaan pujian riwayat Nabi Muhammad
berterbangan (beterbangan): banyak yang terbang ke sana kemari
BH (beha): pakaian dalam wanita penutup buah dada
bhayangkara (bayangkara): pasukan pengawal
bhiku (biksu): pendeta Budha
bilyar (biliar): permainan bola sodok
bilyun (biliun): seribu miliar
binatu (benatu): pencuci dan penyeterika pakaian; dobi
biosfir (biosfer): bagian dari atmosfer paling rendah
birahi (berahi): rasa cinta dengan lawan jenis yang berlebihan
bis (bus): kendaraan angkutan manusia ukuran besar
bisep (biseps): otot berkepala dua
blacu (belacu): kain mori
blantika (belantika): bisnis dalam dunia musik
blokir (blokade): kepung; diputus hubungannya dengan luar
bolpoint/bolpen/polpen (bolpoin): alat tulis bermata pena
bombon (bobon): gula-gula; permen manis
bonafid (bonafide): perusahaan yang berkembang dengan baik
bongkok (bungkuk): keadaan punggung yang melengkung
bowling (boling): olahraga menggelindingkan bola; bola gelinding
braile (braille): cara pengajaran tulisan kepada tunanetra
brandal (berandal): perampok yang beraksi dalam mencari mangsanya
brangkas (brankas): lemari tempat menyimpan uang
breidel/bridel (bredel): pencabutan izin
brengsek (berengsek): banyak tingkah dan ulah
brewok (bewok): berbulu cambang; bercambang
bromocorah (bramacorah): penjahat yang sering keluar masuk penjara; penjahat kambuhan
bronkitis (bronkhitis): radang tenggorokan
budeg (budek): tuli; tunarungu; lemah atau kurang pendengaran
budget (bujet): anggaran pemasukan dan pengeluaran; rencana anggaran
bumiputera (bumiputra): penduduk asli; pribumi
bungalow (bungalo): tempat peristirahatan di luar kota

C

KATA TIDAK BAKU (KATA BAKU) ARTI

cabe (cabai): lombok
cafetaria (kafetaria): kedai makan dan minum; restoran kecil
cap cai (capcai): nama jenis masakan Cina
cape/capek (capai): badan terasa kurang enak; lelah
cendikia (cendekia): orang cerdik pandai
cengkeh (cengkih): bunga untuk bahan rokok
cengkram (cengkeram): genggaman secara erat
cengkrama (cengkerama): bersenang-senang
chlor (klor): bahan pemutih dan pembunuh kuman di air; zat kimia
cidera (cedera): sedikit luka
cigaret (sigaret): rokok kertas tanpa penyaring; rokok putih
cinderamata (cenderamata): tanda mata; pemberian; kenang-kenangan
clash (kles): bentrokan; pertentangan; perselisihan
clien (klien): penerima layanan hukum dari pengacara; pelanggan
closet (kloset): porselin pada tempat buang air besar
club (klab): perkumpulan; gedung pertemuan
clurit (celurit): sabit lengkung
cockpit (kokpit): ruang pilot atau kopilot pesawat terbang
cocktail (koktail): minuman beralkohol bercampur es batu dan gula
coklat (cokelat): warna seperti sawo matang
combro (comro): nama sejenis panganan
cumulus (kumulus): awan padat yang menggumpal
Selengkapnya

Daftar Nama Menteri dan Struktur Kabinet Jokowi-JK

Hingga Selasa (21/10/2014) malam, Presiden Joko Widodo belum juga mengumumkan struktur kabinet ataupun nama-nama menterinya. Tidak ada secuil informasi pun yang disampaikan oleh Jokowi ataupun Tim Transisi yang membantunya membuat postur kabinet tersebut.

Kompas.com memotret Rini Soemarno, Ketua Tim Transisi Jokowi-Jusuf Kalla, ketika ia datang ke Istana Kepresidenan, Selasa. Saat itu, ada selembar kertas yang memperlihatkan sebuah bagan, diduga merupakan struktur kabinet Jokowi.

Bagan itu terdiri dari empat bagian yang diberi warna berbeda. Di atas tiap-tiap bagian terdapat tulisan kementerian koordinator dan diikuti kementerian-kementerian yang berada di bawahnya. Berikut ini daftar bagan yang terlihat dalam foto yang diabadikan Kompas.com tersebut.

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (6 kementerian)
1. Kementerian Dalam Negeri
2. Kementerian Luar Negeri
3. Kementerian Pertahanan
4. Kementerian Hukum dan HAM
5. Kementerian Komunikasi dan Informatika
6. Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi

Di samping bagan tersebut terdapat empat pos, yakni Badan Intelijen Negara, TNI, Polri, dan satu pos lagi yang tidak jelas terbaca.

Kementerian Koordinator Kemaritiman (4 kementerian)
1. Kementerian Perhubungan
2. Kementerian Kelautan dan Perikanan
3. Kementerian Pariwisata
4. Kementerian ESDM

Tidak terlihat (10 kementerian)
1. Tidak terlihat
2. Kementerian BUMN
3. Kementerian Koperasi dan UKM
4. Kementerian Perindustrian
5. Kementerian Perdagangan
6. Kementerian Pertanian
7. Kementerian Ketenagakerjaan
8. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
9. Kementerian Kehutanan
10. Kementerian Agraria dan Tata Ruang

Kementerian Koordinator Pembangunan ... (tidak terbaca dengan jelas, membawahi 8 kementerian)
1. Kementerian Agama
2. Kementerian Kesehatan
3. Kementerian Sosial
4. Kementerian Pemberdayaan Perempuan
5. Kementerian Kebudayaan, Pendidikan Dasar, dan Menengah (Budikdasmen)
6. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristek Dikti)
7. Kementerian Pemuda dan Olahraga
8. Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi

Di samping bagan kementerian itu, terdapat empat pos, yakni BKPM, Badan Ekonomi Kreatif, Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN), dan TNP2K.

Hingga berita ini ditayangkan, Kompas.com masih mengupayakan konfirmasi terhadap bagan-bagan di kertas tersebut. - KOMPAS
Selengkapnya

Gedung Pencakar Langit Paling Keren di Dunia

Bangunan tinggi di suatu wilayah menjadi daya tarik tersendiri terutama bagi para pengunjung suatu negara. Berikut ini 6 gedung pencakar langit paling keren di dunia, jika dilihat dari segi arsitekturnya atau tingginya yang membuat leher Anda pegal saat melihatnya.

1. Bitexco Financial Tower, Ho Chi Minh, Vietnam

Bitexco Financial Tower di Ho Chi Minh. Rancangan gedungnya seperti bunga teratai, bunga nasional di Vietnam. Ini adalah salah satu gedung pencakar langit keren di kawasan Asia Tenggara

Bitexco Financial Tower memiliki ketinggian 262 meter. Di lantai 52 gedung ini terdapat heliped yang menjorok keluar sejauh 22 meter. Hal itulah yang membuatnya terlihat seperti teratai.

Para pengunjung dapat melihat Kota Ho Chi Minh dengan pemandangan 360 derajat dengan masuk ke dalam area Saigon Skydeck yang Berada di lantai 47.

Gedung ini selesai dibangun pada bulan Oktober 2010, dengan menelan biaya sebesar USD 220 juta atau sekitar Rp 2,6 triliun.

2. Kingdom Centre, Riyadh, Arab Saudi

Kingdom Centre, Riyadh, Arab Saudi dibangun tahun 2002, memiliki tinggi 302 meter. Biaya pembuatannya mencapai USD 1 miliar atau sekitar Rp 12 triliun. Kingdom Centre di Riyadh adalah gedung pencakar langit yang terkenal di Arab Saudi.

Sepertinya Kingdom Centre sengaja dibangun khusus untuk wanita, karena disana terdapat pusat perbelanjaan, bank, dan masjid yang hanya boleh didatangi oleh para wanita.

Masjid di dalamnya menjadi masjid tertinggi di dunia karena berada di lantai 77. Tak hanya itu, turis juga bisa melihat dengan jelas Kota riyadh dari ketingian di dek onbervasi di bagian puncaknya.

3. Torre Agbar, Barcelona, Spanyol

Kota Barcelona yang memiliki klub sepakbola tersohor, ternyata juga mempunyai gedung pencakar langit yang keren. Gedung itu bernama Torre Agbar.

Gedung dengan ketinggian 142 meter ini berada di pusat kota. Bentuknya lonjong ke atas dan bentuknya mirip silinder. Torre Agbar memiliki dua lapisan silinder yaitu lapisan aluminium dan kaca tembus pandang dengan 40 warna yang berbeda.

Saat malam, gedung pencakar langit ini terlihat sangat cantik. Dengan totoal 4.500 warna kuning, biru, dan pink dari cahaya lampunya, Torre Agbar mampu membuat turis jatuh cinta saat melihatnya.

Biaya pembuatan Torre Agbar menghabiskan biaya USD 130 atau sekitar Rp 1,5 triliun!

4. China Central Television, Beijing, China

Gedung tinggi yang bernama China Central Television Headquarters ini terletak di Beijing cina dan termasuk gedung pencakar langit keren. Salah satu prestasi dari gedung ini adalah, pernah mendapatkan gelar pada 'Cityscape World Architecture Congress' di Dubai.

Gedung ini memiliki tinggi 234 meter, bentuk bangunannya yang seperti huruf L membuat bangunan ini sangat unik. Kalau diperhatikan, bentuknya mirip segitiga tak sempurna. Selain itu China Central Television Headquarters memiliki enam bagian horizontal dan vertikal.

Pandangan berbeda justru ditunjukan oleh beberapa supir taxi di Beijing, mereka menganggap gedung pencakar langit ini seperti celana boxer raksasa.

China Central Television Headquarters yang selsesai dibangun tahun 2012 ini menghabiskan USD 600 juta atau sekitar Rp 7,2 triliun untuk Biaya pembangunannya.

5. Commerzbank, Frankfurt, Jerman

Commerzbank di Kota Frankfurt, Jerman punya daya tarik tersendiri, salah satunya adalah sebagai gedung pencakar langit yang ramah lingkungan pertama di dunia atau disebut gedung ekologi. Sebabnya, gedung ini memanfaatkan sistem pencahayaan alam dan ventilasi yang membuatnya mengurangi pemakian energi sejak tahun 1997.

Gedung pencakar langit ini menghabiskan biaya USD 414 atau sekitar Rp 5 triliun untuk pembangunannya. Dengan tinggi 300 meter , gedung ini selesai dibangun tahun 1997.

Sebelumnya Commerzbank sempat menjadi gedung pencakar langit di dunia yang tertinggi di Eropa, namun akhirnya peringkat tersebut menurun setelah dikalahkan oleh London The Shard tahun 2012.

6. Elephant Tower, Bangkok, Thailand

Gajah merupakan hewan yang dihormati di Thailand. Elephant Tower pun jadi kebanggaan masyarakat Bangkok. Gedung pencakar langit ini dibangun tahun 1997 dengan ketinggian 102 meter.

Di Elephant Tower terdapat kawasan perkantoran, pusat perbelanjaan, dan perumahan mewah. Kalau dilihat dari dekat, bentuknya memang menyerupai gajah.

TernyataTak hanya wisata kuliner atau kuil saja yang terkenal dari Bangkok di Thailand, di sana juga ada gedung pencakar langit yang keren. Bangunan tinggi nan keren seperti Elephant Tower alias gedung berbentuk gajah pun berdiri megah.
Selengkapnya