Showing posts with label Arkeolog. Show all posts
Showing posts with label Arkeolog. Show all posts

Homo Naledi - Manusia Purba di Afrika Selatan

Homo Naledi Wikipedia Bahasa IndonesiaHomo Naledi adalah spesies punah dari hominin genus Homo, ditemukan dalam ruangan Dinaledi dari Rising Star Cave sistem, yang terletak di Cradle of Humankind, Afrika Selatan. Spesies ini ditandai dengan massa tubuh dan perawakannya mirip dengan populasi manusia kecil bertubuh, lebih kecil endocranial volume yang mirip dengan Australopithecus, dan tengkorak morfologi mirip dengan spesies Homo awal. The rangka anatomi menggabungkan fitur primitif diketahui dari Australopithecus dengan fitur yang berasal diketahui dari manusia purba.

Kumpulan di gua termasuk 15 individu yang berbeda, yang tampaknya terkait erat. Mereka mungkin menunjukkan tanda-tanda yang telah sengaja disimpan, yang akan menyarankan praktek penguburan ritual yang sebelumnya tidak didokumentasikan untuk spesies awal tersebut. Fosil-fosil belum tanggal tapi diperkirakan 2,5 juta tahun. Meskipun penemu mengusulkan bahwa tulang merupakan baru spesies dari manusia purba, para ahli lainnya berpendapat bahwa analisis lebih lanjut diperlukan sebelum hipotesis tersebut dapat definitif didukung.

Nama H. Naledi diberikan untuk menghormati Rising Star Cave: berarti Naledi membintangi bahasa Setswana dan bahasa Sesotho. Deposito yang ternyata H. Naledi ditemukan oleh penjelajah gua amatir Rick Hunter dan Steven Tucker pada tahun 2013 di Rising Star Cave di Afrika Selatan. Ruang akhir gua itu hanya dapat diakses melalui dua bagian sempit dengan kurang dari sepuluh inci merangkak ruang, sehingga memungkinkan hanya untuk cavers berpengalaman dengan bingkai tubuh terutama tipis untuk mengaksesnya.

Penggalian berikutnya diarahkan oleh Lee Berger, profesor paleoantropologi di University of Witwatersrand. Ruang sempit di mana tulang-tulang itu disimpan tidak terjangkau bagi kebanyakan arkeolog, dan tim ahli paleontologi 6, semua perempuan, dirakit untuk dapat mengakses deposito. Anggota tim dipilih pada kombinasi ukuran fisik dan kualifikasi akademik ahli. Tim terdiri Marina Elliott, PhD, dan mahasiswa pascasarjana Becca Peixotto, K. Lindsay Hunter, Elen Feueriegel, Hannah Morris dan Alia Gurtova.

Homo Naledi Wikipedia Bahasa IndonesiaSisa-sisa lima belas orang, yang terdiri dari 1.550 tulang spesimen-set terbesar dari fosil manusia yang pernah ditemukan di Afrika -were ditemukan dalam tanah liat -rich sedimen selama penyelidikan awal, dan distribusi berlapis tulang menunjukkan bahwa mereka telah disetorkan lebih lama, mungkin berabad-abad. [5] Para ilmuwan percaya bahwa ada lebih banyak yang masih harus ditemukan di situs tersebut. Temuan dianggap milik orang-orang Afrika Selatan, dan kemungkinan akan tetap di negara itu.

Tulang tengkorak termasuk, rahang, tulang rusuk, gigi, tulang dari kaki hampir lengkap, tangan, dan dari telinga bagian dalam. Tulang tua, bayi muda dan ditemukan. Bayi diidentifikasi oleh kecil tulang. Beberapa tulang muncul seperti tulang manusia modern, dan tulang lainnya yang lebih primitif dibandingkan dengan Australopithecus, nenek moyang awal manusia. Ibu jari, pergelangan tangan dan telapak tulang modern seperti, sementara jari-jari melengkung, lebih Australopithecus, berguna untuk mendaki. [5] Dengan jumlah individu yang diwakili, jenis kelamin dan kelompok umur, ilmuwan menganggap penemuan tersebut menjadi "kumpulan terkaya dari terkait hominin fosil yang pernah ditemukan di Afrika, dan selain dari Sima de los Huesos pengumpulan dan kemudian Neanderthal dan sampel manusia modern, ia memiliki representasi paling komprehensif dari elemen kerangka seluruh jangka hidup, dan dari beberapa individu, dalam catatan fosil hominin. "

Kumpulan ini belum bertanggal. Anatomi primitif spesies ', seperti volume otak yang lebih kecil, menunjukkan spesies berevolusi dekat atau pada awal genus Homo, dan ada 2.500.000-2.800.000 tahun yang lalu. Geolog berpikir gua adalah tidak lebih dari tiga juta tahun. [10] Signifikansi tepat dari find untuk pemahaman ilmiah tentang evolusi manusia, sebagian besar tergantung pada apakah fosil berubah secara signifikan lebih tua atau lebih muda dari periode di mana Homo habilis , sampai sekarang anggota awal dari genus Homo, muncul.
Selengkapnya

Daftar Kapal yang Mengangkut Kotak Tjipetir

Daftar Kapal yang Mengangkut Kotak TjipetirTak hanya kapal besar Titanic yang diduga mengangkut kargo karet 'Tjipetir'. “Sebuah surat kabar Prancis meliput kisah ini dan melaporkan bahwa Titanic membawa benda ini. Saya memeriksa manifes kapal Titanic dan menemukan bahwa memang kapal itu membawa benda karet. Spekulasi pun berkembang setelah berita ini tersiar,” kata Williams.

Blok Tjipetir berasal dari sebuah perkebunan karet di Sukabumi, Jawa Barat. Namun, pada musim panas 2013, Williams menemukan sebuah terobosan. Dia dihubungi secara terpisah oleh dua orang, yang tidak ingin diungkap identitasnya. Keduanya merujuk sebuah kapal sebagai sumber blok Tjipetir, yaitu Miyazaki Maru. Kapal asal Jepang itu ditenggelamkan kapal selam Jerman, U-88, yang dikomandani Kapten Walther Schwieger, pada 31 Mei 1917.

Akibatnya, Miyazaki Maru karam 241 kilometer sebelah barat Kepulauan Scilly, antara Inggris dan Prancis. Fakta itu diamini Alison Kentuck, seorang pejabat Inggris yang menangani kapal karam di perairan Inggris. Menurutnya, blok-blok itu berasal dari Miyazaki Maru. Williams, yang kini menulis buku mengenai blok Tjipetir, mengatakan sebagian besar blok dalam kondisi baik. Bahkan, ada nelayan yang memakainya untuk talenan.

Kini, ramai dibicarakan soal kapal Jepang Miyazaki Maru yang kemungkinan besar sebagai pengangkut utama Tjipetir. Seperti apa kapal tersebut? Dikutip dari BBC, Rabu (3/12/2014), nama kapal tersebut muncul dari sumber anonim yang memberi informasi pada Tracey Williams, wanita yang membuat riset tentang Tjipetir sejak beberapa tahun lalu. Menurut Williams yang juga menemukan blok Tjipetir di pantai Cornwell Inggris pada 2012, blok Tjipetir berasal dari kapal Miyazaki Maru.

Fakta itu diamini Alison Kentuck, seorang pejabat Inggris yang menangani kapal karam di perairan Inggris. Menurutnya, blok-blok itu berasal dari Miyazaki Maru. Sedikit cerita tentang kapal Miyazaki Maru. Dari situs wrecksite.eu diketahui, kapal tersebut berjenis ocean liner dan digunakan untuk transportasi. Kapal dibuat pada tahun 1909 oleh Kawasaki Dockyard Co. Ltd., Kobe dan pemiliknya Nippon Yusen Kaisha - NYK, Tokyo.

Kapal itu memiliki berat 8.520 grt (registered tonnes) dan memiliki dimensi 141.7 x 17.3 x 10.5 m. Kapal berbahan baja itu memiliki kekuatan 474 tenaga kuda dan bisa dipacu hingga 16,4 knot. Miyazaki Maru terkena hantaman torpedo kapal Jerman U-88 yang dikomandani Kapten Walther Schwieger saat berlayar dari Yokohama menuju London pada 31 Mei 1917. Delapan orang tewas di dalamnya.

Akibatnya, Miyazaki Maru karam 241 kilometer sebelah barat Kepulauan Scilly, antara Inggris dan Prancis. Di dua negara itu memang banyak ditemukan blok-blok karet Tjipetir. Belum diketahui bagaimana Miyazaki Maru mengangkut produk dari Sukabumi, Jabar, itu. Sebab pada 1917, Indonesia masih dalam pendudukan Belanda. Blok-blok Tjipetir sendiri masih terus ditemukan, bahkan terbaru pada 5 Mei 2014 di pantai Eropa.


Selengkapnya

Thor Heyerdahl dan Daftar Arkeolog Dunia

George Cœdès

George Cœdès (lahir di Paris, 10 Agustus 1886 – meninggal di Paris, 2 Oktober 1969 pada umur 83 tahun) adalah arkeolog dan sejarawan Perancis abad ke-20 yang mengkhususkan diri di wilayah Asia Tenggara. Cœdès lahir dari keluarga yang diduga emigran Yahudi-Hongaria.[1] Kenyataannya, keluarganya sudah tinggal di Strasbourg sebelum tahun 1740. Leluhurnya bekerja di kas kerajaan[2]. Kakeknya, Louis Eugène Cœdès, adalah pelukis, murid dari Léon Coignet. Ayahnya, Hyppolite, adalah bankir. Cœdès menjadi direktur Perpustakaan Nasional Thailand pada tahun 1918, dan pada tahun 1929 menjadi direktur École française d'Extrême-Orient (EFEO) dan tetap di sana sampai tahun 1946. Lalu ia tinggal di Paris sampai saat kematiannya pada tahun 1969.

Ia menghasilkan dua karya tulis dalam bidangnya, The Indianized States of Southeast Asia (1968, 1975) dan The Making of South East Asia (1966), juga banyak artikel, yang di dalamnya ia mengembangkan konsep kerajaan terindianisasi. Namun, kesepakatan masa kini beranggapan bahwa tidak terjadi indianisasi yang penuh sebagaimana yang dipercaya Cœdès karena banyak praktik keagamaan dan budaya setempat yang masih tetap hidup di bawah "topeng" budaya India.

Georges Cœdès dihargai dalam dunia arkeologi atas penemuan kembali Kerajaan Sriwijaya yang berpusat di Palembang, Indonesia, yang melebarkan pengaruh sampai seantero Sumatera, Semenanjung Malaya, dan Jawa. Warga Indonesia, termasuk di Palembang, tak pernah mendengar nama Sriwijaya hingga Cœdès menerbitkan penemuan dan penafsirannya dalam publikasi berbahasa Belanda dan Indonesia.[3]. Meskipun begitu, di antara kaum elit terdidik dan juga bangsawan, sejarah kerajaan yang datang silih berganti dan nasibnya amat dikenal.[4]


Arkeolog lainnya : Flinders Petrie, Heinrich Schliemann, Henri Lavachery, Howard Carter dan Jan Laurens Andries Brandes


Thor Heyerdahl

Thor Heyerdahl Lahir: Larvik, Norwegia, 6 Oktober 1914. Meninggal: Colla Micheri, Italia April 18, 2002) adalah seorang petualang dan etnolog berkebangsaan Norwegia. Ia melakukan pelayaran untuk ekspedisi ilmiah melintasi samudera menggunakan rakit yang dikenal dengan nama Kon-Tiki pada tahun 1947. Thor Heyerdahl kemudian menuliskan kisah perjalanannya dalam sebuah buku dan buku tersebut berhasil menjadi buku dengan penjualan terbaik skala internasional.

Thor Heyerdahl adalah seorang petualang dan etnolog berkebangsaan Norwegia. Ia melakukan pelayaran untuk ekspedisi ilmiah melintasi samudera menggunakan rakit yang dikenal dengan nama Kon-Tiki pada tahun 1947. Wikipedia
Lahir: 6 Oktober 1914, Larvik, Norwegia
Meninggal: 18 April 2002
Pendidikan: Universitas Oslo
Pasangan: Jacqueline Beer (m. 1991–2002), lainnya
Anak: Bjørn Heyerdahl, Helene Elisabeth Heyerdahl, Annette Heyerdahl, Marian Heyerdahl, Thor Jr Heyerdahl
Orang tua: Thor Heyerdahl, Sr., Alison Lyng
Nominasi: Film Dokumenter Terbaik

Heyerdahl lahir pada tahun 1914 dan dibesarkan di Norwegia. Heyerdahl mengenyam pendidikan di Oslo University, di mana ia mempelajari tentang zoologi. Pada tahun 1936, Heyerdahl pergi berlayar dan tinggal di kepulauan Pasifik Fatu Hiva. Namanya terkenal di dunia karena perjalanannya menggunakan rakit Kon-Tiki dari Peru ke Pollinesia, Perancis pada tahun 1947. Pada tahun 1953, Heyerdahl memimpin ekspedisi arkeologi ke Kepulauan Galapagos. Dua tahun kemudian, ia melakukan perjalanan ke Pulau Paskah. Dalam tahun-tahun berikutnya, Heyerdahl meneliti tentang piramida di Peru dan Kepulauan Canary. Heyerdahl meninggal pada tahun 2002.
Selengkapnya