Showing posts with label Pelayanan. Show all posts
Showing posts with label Pelayanan. Show all posts

Daftar Kota Melayani Perpanjangan SIM Online

Daftar Kota yang Melayani SIM OnlinePengurusan Surat Ijin Mengemudi (SIM) kini semakin mudah dengan adanya perpanjangan SIM Online. Sedikitnya, sudah ada 45 Satuan Pelaksana Administrasi SIM (Satpas) di seluruh Indonesia yang sudah terkoneksi database e-KTP dan E-SIM. Perpanjangan SIM Online ini bisa dilakukan di Satpas Polres, SIM Keliling dan SIM Corner yang ada di sejumlah mall atau pusat perbelanjaan.

Misalnya, warga Bandung atau Banjarmasin mau perpanjang SIM, cukup membawa KTP dan SIM lama. Masukkan nomor SIM lama dan bisa terdeteksi di database dan langsung bisa dicetak di tempat. Dan berikut adalah 45 Satpas yang sudah terhubung secara online.

1. Polrestabes Surabaya
2. Polrestabes Bandung
3. Polrestabes Semarang
4. Polresta Denpasar
5. Polresta Bandar Lampung
6. Polres Serang
7. Polresta Palembang
8. Polres Kupang
9. Polres Daan Mogot
10. Polrestro Jakarta Utara
11. Polrestro Jakarta Barat
12. Polrestro Jakarta Selatan
13. Polrestro Jakarta Pusat
14. Polrestro Jakarta Timur
15. Polresta Tangerang
16. Polres Tangerang Kabupaten I
17. Polres Tangerang Kabupaten II
18. Polrestro Bekasi Kota
19. Polres Bekasi
20. Polresta Depok
21. Polresta Depok (Pasar Segar)
22. Polres Sleman
23. Polresta Ambon
24. Polresta Jayapura
25. Polres Manokwari
26. Polres Ternate
27. Polrestabes Makassar
28. Polrestabes Medan
29. Polresta Pontianak
30. Polresta Banda Aceh
31. Polresta Padang
32. Polresta Pekanbaru
33. Polresta Bengkulu
34. Polresta Jambi
35. Polres Mataram
36. Polres Bulungan
37. Polresta Banjarmasin
38. Polres Palangkaraya
39. Polresta Mamuju
40. Polresta Kendari
41. Polresta Manado
42. Polresta Palu
43. Polresta Pangkal Pinang
44. Polresta Gorontalo
45. Polresta Balerang
Selengkapnya

Daftar Nama Korban di RS Adam Malik Medan

Daftar Korban Pesawat Hercules di RS Adam Malik Medan135 Jenazah Korban Hercules Dievakuasi ke RS Adam Malik. Sebanyak 141 kantong jenazah korban kecelakaan pesawat Hercules berhasil dievakuasi dan dibawa ke RS Adam Malik, Rabu (1/7). Jenazah itu akan segera diidentifikasi untuk diserahkan ke keluarga.

Hingga pukul 15.30 WIB, Selasa (30/6/2015), Rumah Sakit Umum Pusat Adam Malik Medan dilaporkan telah menerima 35 jenazah korban yang berhasil ditemukan dari reruntuhan jatuhnya pesawat Hercules C-130 di kawasan perumahan di Jalan Jamin Ginting, Medan, Sumatera Utara. Jenazah para korban yang umumnya mengalami luka bakar tersebut masih dalam identifikasi petugas di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Adam Malik, Medan, sehingga belum diketahui berapa jumlah penumpang dalam pesawat Hercules ataupun masyarakat sipil yang turut menjadi korban.

Menurut perkiraan, masih ada beberapa korban lagi yang belum ditemukan di lokasi karena pesawat Hercules dalam penerbangan dari Bandara Soewondo, Medan, tujuan Kepri, tersebut menurut informasi membawa 50 penumpang, termasuk awak pesawat. Suasana haru terlihat di lokasi ataupun RSUP Adam Malik karena banyak warga, yang mengaku pihak dari keluarga korban, histeris ingin melihat kondisi jenazah.

Pesawat Hercules TNI Angkatan Udara jatuh di kawasan permukiman di Jalan Jamin Ginting, Medan, Selasa (30/6/2015). Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Fuad Basya mengatakan, lima jenazah ditemukan tewas akibat kecelakaan itu. Hingga saat ini, belum diketahui nama korban tewas. Pesawat Hercules dengan nomor penerbangan A1310 itu diketahui mengangkut 11 awak di dalamnya.

Sebelumnya, petugas Humas Rumah Sakit Adam Malik, Sairi M Saragih, mengatakan, pihaknya sudah menerima 11 kantong jenazah. RS Adam Malik juga belum memberi informasi detail mengenai kondisi korban luka yang dibawa ke rumah sakit itu. Sementara itu, ada satu warga yang tengah menjalani perawatan intensif. "Satu perempuan 45 tahun dengan luka bakar sedang dirawat di UGD," ungkapnya dalam wawancara dengan Metro TV, Selasa siang.

Adapun Kapuspen TNI Mayjen Fuad Basya mengatakan, pesawat Hercules itu jatuh pada pukul 12.08. Pesawat sudah lepas landas dan sempat terbang sekitar dua menit. Menurut Fuad, lokasi jatuhnya pesawat sekitar 5 kilometer dari Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Soewondo. Ketika itu, pesawat akan berangkat menuju Tanjung Pinang dan mengangkut logistik. - Kompas TV
Selengkapnya

Daftar Alamat Agen JNE di Kota Cimahi

Daftar Alamat Agen JNE di Kota CimahiJNE merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pengiriman dan logistik yang bermarkas di Jakarta, Indonesia. Nama resminya adalah Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (Tiki JNE).

1 AGEN JL. BAROS G 151 CIMAHI CIMAHI TENGAH BAROS 40521
2 AGEN JL. RAYA CIBABAT NO 78 CIMAHI TENGAH CIBABAT 40513
3 AGEN JL.IBU GANIRAH NO 3 CIBEBER CIMAHI CIMAHI SELATAN CIBEBER 40531
4 AGEN JL CIHANJUANG 147 RT 04 / 18 CIMAHI UTARA CIBABAT 40513
5 AGEN JL H AMIR MAHMUD NO 708 CIMAHI TENGAH CIMAHI TENGAH 40525
6 AGEN JL. AREA PARKIR DUSTIRA BARAT CIMAHI TENGAH KARANG MEKAR 40523
7 AGEN JL. LEUWIGAJAH NO 141 CIMAHI CIMAHI SELATAN UTAMA 40533
8 AGEN JL. PESANTREN JL JATI SERUT NO 99 CIMAHI UTARA CIBABAT 40513
9 AGEN JL. SINGOSARI RAYA RUKO NO. 8 PHARMINDO CIMAHISELTN CIMAHI SELATAN MELONG 40534
10 AGEN JL. SANGKURIANG NO. 38 KEL CIPAGERAN CIMAHI UTARA CIMAHI UTARA CIPAGERAN 40511
11 AGEN GG. SANUSI NO 499A CIMAHI TENGAH SETIAMANAH 40254
12 AGEN JL. RAYA BARAT 906 RT 01/01 CIMAHI CIMAHI TENGAH PADASUKA 40526

PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir didirikan pada tanggal 26 November 1990 oleh H. Soeprapto Suparno. Perusahaan ini dirintis sebagai sebuah divisi dari PT Citra van Titipan Kilat (TiKi) untuk mengurusi jaringan kurir internasional. Bermula dengan delapan orang dan kapital 100 juta rupiah, JNE memulai kegiatan usahanya yang terpusat pada penanganan kegiatan kepabeanan, impor kiriman barang, dokumen serta pengantarannya dari luar negeri ke Indonesia.

Pada tahun 1991, JNE memperluas jaringan internasional dengan bergabung sebagai anggota asosiasi perusahaan-perusahaan kurir beberapa negara Asia (ACCA) yang bermakas di Hong Kong yang kemudian memberi kesempatan kepada JNE untuk mengembangkan wilayah antaran sampai ke seluruh dunia. Karena persaingannya di pasar domestik, JNE juga memusatkan memperluas jaringan domestik. Dengan jaringan domestiknya TiKi dan namanya, JNE mendapat keuntungan persaingan dalam pasar domestik. JNE juga memperluas pelayanannya dengan logistik dan distribusi.

Selama bertahun-tahun TiKi dan JNE berkembang dan menjadi dua perusahaan yang punya arah masing-masing. Karena ini kedua perusahaan tersebut menjadi saingan. Akhirnya JNE menjadi perusahaan diri sendiri dengan manajemen sendiri. JNE membuat logo sendiri yang membedakannya dari TiKi. JNE membeli gedung pada tahun 2002 dan mendirikan JNE Operations Sorting Center. Kemudian pada tahun 2004 JNE membeli gedung untuk dijadikan Kantor Pusat. Dua-duanya berada di Jakarta.
Selengkapnya