Showing posts with label Flora Fauna. Show all posts
Showing posts with label Flora Fauna. Show all posts

Apa Itu Artichoke ? Sayuran Keluarga Asteraceae

Apa Itu Artichoke ? Sayuran Keluarga AsteraceaeArtichoke adalah sayuran yang termasuk dalam keluarga Asteraceae atau keluarga daisy. Artichoke memiliki tekstur yang renyah dengan rasa sedikit pahit. Sayuran ini dapat dimakan mentah atau dimasak terlebih dahulu, seperti direbus, dipanggang, atau dijadikan bahan dalam hidangan seperti sup dan salad. Artichoke awalnya berasal dari daerah Laut Tengah dan sekarang banyak dibudidayakan di seluruh dunia. Dalam artikel ini, kita akan membahas apa itu artichoke.

Bagian dalam artichoke yang berwarna putih disebut jantung artichoke, sedangkan bagian luar berwarna hijau atau ungu disebut daun artichoke. Sayuran ini juga memiliki bunga yang berwarna ungu atau biru tua, namun sering kali dipanen sebelum bunga ini berkembang. Selain rasanya yang nikmat, artichoke juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Berikut adalah beberapa manfaat artichoke yang telah dibuktikan oleh penelitian:

1. Menjaga Kesehatan Hati - Artichoke mengandung senyawa aktif yang disebut silymarin, yang dapat membantu mengurangi peradangan pada hati dan meningkatkan produksi empedu. Selain itu, artichoke juga dapat membantu mengurangi kadar kolesterol dalam darah, yang dapat membantu mencegah penyakit hati berlemak.

2. Mengurangi Risiko Kanker - Artichoke mengandung senyawa antioksidan yang tinggi, termasuk quercetin, rutin, dan anthocyanin, yang dapat membantu mencegah kerusakan sel dan mutasi DNA yang dapat menyebabkan kanker. Selain itu, artichoke juga mengandung senyawa lain yang dapat membantu menghambat pertumbuhan sel kanker.

3. Meningkatkan Kesehatan Pencernaan - Artichoke mengandung serat yang tinggi, yang dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan dan mengurangi risiko sembelit. Selain itu, artichoke juga dapat membantu mengurangi gejala iritasi usus seperti perut kembung dan diare.

4. Menurunkan Tekanan Darah - Artichoke mengandung senyawa yang disebut Cynarin, yang dapat membantu meningkatkan aliran darah dan menurunkan tekanan darah. Dalam sebuah studi, konsumsi artichoke dalam bentuk sup telah terbukti dapat menurunkan tekanan darah pada orang yang menderita hipertensi.
Selengkapnya

Deskripsi Daun Kratom - Mitragyna speciosa

Daun Kratom - Tanaman Herbal IndonesiaDaun Kratom dari tanaman Mitragyna speciosa atau pohon cemara tropis di keluarga kopi asli Asia Tenggara. M. speciosa berasal dari Thailand, Indonesia, Malaysia, Myanmar, dan Papua Nugini, di mana telah digunakan dalam obat-obatan tradisional sejak setidaknya abad ke-19. Kratom memiliki sifat opioid dan beberapa efek stimulan. Di Indonesia, Daun kratom adalah tumbuh-tumbuhannya yang bisa dijadikan sebagai obat herbal dan merupakan salah satu kekayaan alam Indonesia. Daun kratom berasal dari pohon cemara tropis di keluarga kopi yang tumbuh subur di tanah Kalimantan.

Eksistensi daun kratom kini juga sudah menyebar ke seluruh dunia. Daun kratom dalam dunia medis dapat dijadikan sebagai penawar rasa sakit (pain killer) dan sebagai pengganti opioid. Secara tradisional, masyarakat di Kalimantan menganggap tumbuhan dengan nama latin Mitragyna speciosa dianggap sebagai anugerah Tuhan yang dapat digunakan untuk menunjang kehidupan. Daun yang biasa disebut dengan daun ketum ini bisa digunakan untuk menghilangkan berbagai penyakit seperti diare dan memberikan energi.

Namun, daun ini bisa menjadi berbahaya jika dikonsumsi dalam dosis besar karena mengandung alkaloid, mitraginin dan kandungan lainnya yang bisa memberikan efek sedatif sehingga menyebabkan kecanduan. Efek lainnya, kratom bisa memberikan efek sakau, kejang-kejang, gagal ginjal dan lain-lain. Badan Pengawasan Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat karena mendapati lebih dari 130 orang meninggal setiap hari akibat overdosis opioid.

Di Indonesia, tanaman obat ini diklasifikasikan sebagai psikotropika golongan satu. Bagi yang menyalahgunakan akan mendapatkan hukuman penjara maksimal 20 tahun. Berdasarkan data dari The American Kratom Association, estimasi penduduk Amerika sebagai pengguna daun kratom per Juni 2019 mencapai 15,6 juta orang. Melihat efek yang ada, Badan Pengawasan Narkotika Amerika Serikat mengawasi penggunaan kratom ini dan beberapa kota di Amerika dan Eropa juga telah mengilegalkan daun kratom. Terlepas dari efek baik dan buruknya, penjualan daun kratom kini juga mudah didapatkan di Indonesia. Banyak pihak yang menjualnya melalui internet dan dibungkus sebagai bubuk teh. Penjualan yang tinggi membuat para petani juga mendapatkan hasil yang serupa.
Selengkapnya

Deskripsi Bajakah - Tumbuhan Obat Kanker

Klasifikasi akar daun batang pohon Tanaman Bajakah - Tumbuhan Obat Penyembuh KankerBajakah Tanaman Penyembuh Kanker dari Kalimantan Tengah. Tanaman Bajakah sudah menjadi konsumsi sehari-hari bagi masyarakat di daerah Kalimantan Tengah untuk menghilangkan kanker. Daldin warga suku Dayak asli di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, yang menemukan pertama kali dan dia pula yang memberi nama tumbuhan ini. Namun para ahli mengimbau masyarakat yang menderita kanker untuk tetap mengimbanginya dengan obat konvensional dan menjadikan bajakah sebagai suplemen saja.

Bajakah, demikian nama tumbuhan yang bisa menyembuhkan total sakit kanker. Dikatakan tumbuhan ini disebut bisa menyembuhkan total, bukan meringankan sakit kanker. Tumbuhan ini disebut bisa menghilangkan sel kanker yang ganas sekalipun. Berdasarkan hasil uji laboratorium yang dilakukan di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, tumbuhan ini memiliki kandungan anti-oksidan ribuan kali lipat dari jenis tumbuhan lain yang pernah ditemukan. Tumbuhan ini hanya hidup di hutan.

Hutan Tempat Tumbuh Bajakah Berjarak 2 km dari Kota Palangkara di lokasi yang tidak bisa dilalui mobil di tengah hutan di antara lahan gambut dengan air yang berwarna coklat namun jernih. Pohon yang dikatakan langka ini sepintas seperti pohon biasa, sulit dibedakan dengan tanaman lain. Bedanya, pohon ini tumbuh dengan cara merambat meski memiliki batang yang kuat dan cukup besar. Ia bisa merambat pada ketinggian 5 meter lebih hingga ke puncak pohon lain yang dirambatinya. Akarnya menghujam di dasar aliran air lahan gambut. Tumbuhan ini hanya hidup di lokasi rimbun di mana sinar matahari tak banyak masuk, tertutup rimbunnya hutan.

Kabar mengenai dua siswa asal SMA Negeri Palangka Raya, Anggina Rafitri dan Aysa Aurealya Maharani, yang meraih medali emas di World Invention Creativity Olympic (WICO), Seoul, Korea Selatan disambut antusias oleh masyarakat Indonesia. Dalam kabar yang beredar, keduanya disebut menemukan obat penyembuh kanker dari akar tumbuhan Bajakah (tumbuhan khas Kalimantan Tengah) yang dibubukkan. Ketika bubuk Bajakah diuji cobakan ke tikus, Anggina dan Aysa menemukan bahwa sel tumor bisa menghilang dalam waktu dua minggu. Hasil penelitiannya tersebut kini telah dikemas dalam bentuk produk berupa bubuk Akar Bajakah yang dapat dikonsumsi layaknya minum teh seduh.

Selengkapnya

Oarfish - Ikan Pertanda Bencana Gempa Bumi

Oarfish - Ikan Pertanda Bencana Gempa Bumi JepangOarfish atau Ikan raja herring (Regalecus glesne) merupakan spesies dari oarfish dari keluarga Regalecidae. dan tersebar diseluruh dunia, tidak termasuk di wilayah kutub. ikan ini juga dijuluki ikan pita. ikan raja herring merupakan ikan bertulang sejati terpanjang didunia. perawakan nya yang seperti pita, dengan sirip punggung di sepanjang tubuh nya, serta sirip dada yang tipis dan panjang. tubuh ikan raja hering keperakan dengan titik hitam, sirip nya berwarna merah. karakteristik fisik dan metode berenangnya yang berombak telah menyebabkan spekulasi bahwa ini mungkin menjadi sumber banyak penampakan "naga laut".

Ikan ini dapat tumbuh sepanjang 11 meter, namun ada laporan spesimen yang belum dikonfrimasi yang tumbuh hingga 17 meter. dan berat maksimun ikan ini mencapai 270 kilogram. tubuh nya yang seperti pita, dengan sirip punggung disepanjang tubuh nya dari kepala hingga ujung ekor. sirip punggung nya yang lembut dan bisa berjumlah 400 atau lebih. dan memiliki jambul yang memanjang diatas kepala nya. kepala nya kecil dan memiliki insang yang berjumlah 40-58 insang, dan tidak memiliki gigi. Ikan raja herring dapat ditemukan perairan terbuka diseluruh dunia terutama di zona pelagis. ia juga di ketahui sebagai ikan migrasi yang mengikuti sumber makanan nya. ia bisa migrasi jauh ke utara dan bisa migarsi jauh ke selatan. tapi biasanya ia bermigrasi ke daerah tropis sampai garis lintang tengah. ia hidup di kedalaman maksimal 1000 meter dibawah permukaan laut.

Hanya sedikt yang diketahui dari ikan ini. ikan ini berenang menggunakan sirip punggung nya, dan berenang dalam posisi vertikal. pada tahun 2010 ilmuwan telah memfilmkan ikan raja herring di teluk meksiko yang berenang di zona mesopelagik. rekaman pertama mengenai ikan ini dapat diidentifikasi dengan baik. ia memakan krill dan krustasea lainnya, serta ikan kecil dan cumi-cumi. ikan raja herring di ketahui bertelur di bulan juli-desember. telur nya berukuran 2,5 milimeter, dan mengambang di permukaan hingga menetas. ia merupakan ikan yang hidup soliter.

Oarfish - Ikan Pertanda Bencana Gempa Bumi JepangPenemuan oarfish menimbulkan tanda tanya besar bagi sebagian orang. Kabarnya, jika ikan yang jarang terlihat itu suatu saat muncul ke permukaan dan ditemukan oleh manusia, maka kemunculannya merupakan pertanda bencana gempa. Sejumlah komunitas akademik menilai bahwa mitos itu ada benarnya. Mengingat habitat oarfish yang berada di laut sedalam 1.000 meter memungkinkannya peka terhadap pergerakan lempeng Bumi di dasar laut. Ditambah, mungkin saja ikan itu mampu mendeteksi dini tumbukan lempeng di dasar laut yang dapat menjadi sebab-musabab gempa.

Kemunculan oarfish yang dianggap pertanda bencana alam meresahkan publik Jepang. Para pakar setempat menyatakan publik tidak perlu khawatir karena ada penjelasan ilmiah untuk fenomena ini. Selama musim dingin ini, dilaporkan sudah tujuh ekor oarfish muncul ke permukaan laut di sejumlah wilayah Jepang. Dua ekor di antaranya terjerat jaring nelayan di perairan dekat Prefektur Toyama, Jepang pada Jumat (1/2) waktu setempat. Satu ekor lainnya dengan panjang 3,2 meter ditemukan terdampar di pantai Teluk Toyama, sedangkan seekor oarfish lainnya dengan panjang 4 meter terjerat jaring nelayan di Pelabuhan Imizu.

Hiroyuki Motomura yang merupakan profesor iktiologi -- pengkajian mengenai ikan -- pada Universitas Kagoshima membeberkan sejumlah faktor yang bisa membuat oarfish muncul ke permukaan laut. Namun tetap saja kabar soal kemunculan oarfish di pantai-pantai Jepang menuai kekhawatiran publik. Di tengah kekhawatiran publik, pakar seismologi menyatakan tidak mungkin untuk mengaitkan secara ilmiah antara meningkatnya kemunculan oarfish ke permukaan dengan pertanda terjadinya bencana alam. Profesor Shigeo Aramaki yang merupakan pakar seismologi dari Universitas Tokyo menepis kekhawatiran publik yang marak di media sosial.

Secara tradisional dalam bahasa Jepang, oarfish disebut sebagai 'Ryugu no tsukai' yang berarti 'Pembawa pesan dari Istana Dewa Laut'. Mitos soal oarfish yang berkembang luas menyebut bahwa oarfish akan muncul ke pantai sebelum gempa bumi bawah laut terjadi. Temuan oarfish dalam beberapa hari terakhir, yang semuanya sudah menjadi bangkai itu, dibawa ke Akuarium Uozu untuk dipelajari. Penjaga Akuarium Uozu, Kazusa Saiba, juga menyangkal mitos-mitos soal oarfish.

Menurut riwayat, seminggu sebelum gempa berkekuatan 8,9 Skala Richter dan tsunami besar melanda pantai timur Jepang pada 11 Maret 2011, ditemukan banyak oarfish yang naik ke daratan pantai Jepang dan sebagian tersangkut di jaring nelayan. Diduga, karena biasa hidup di perairan dasar laut yang dekat dengan lempeng Bumi, oarfish 'sensitif' terhadap aktivitas yang mampu memicu datangnya gempa. Tak hanya itu, ilmuwan juga menilai bahwa oarfish bertanggung jawab atas beberapa legenda tentang monster ular laut di sejumlah kebudayaan manusia.
Selengkapnya

Crown Shyness - Toleransi dan Rasa Malu Pohon

Crown Shyness atau Canopy DisengagementCrown Shyness (canopy disengagement, canopy shyness, intercrown spacing) atau Mahkota keseganan atau kanopi pisah adalah fenomena yang diamati pada beberapa spesies pohon, di mana mahkota pohon yang terisi penuh tidak saling bersentuhan, membentuk kanopi dengan celah seperti ccelah saluran. Fenomena ini paling umum di antara pohon-pohon dari spesies yang sama, tetapi juga terjadi antara pohon-pohon spesies yang berbeda. Ada banyak hipotesis mengapa Crown Shyness adalah perilaku adaptif, dan penelitian menunjukkan bahwa itu mungkin menghambat penyebaran larva serangga pemakan daun. Dasar fisiologis yang tepat dari Crown Shyness tidak pasti. Fenomena ini telah dibahas dalam literatur ilmiah sejak tahun 1920-an. Berbagai hipotesis dan hasil eksperimen mungkin menunjukkan bahwa ada beberapa mekanisme di berbagai spesies, contoh evolusi konvergen.

Beberapa hipotesis menyatakan bahwa interdigitasi cabang kanopi mengarah pada “pemangkasan timbal balik” dari pohon-pohon yang berdekatan. Pohon di daerah berangin mengalami kerusakan fisik karena mereka bertabrakan satu sama lain selama angin. Sebagai hasil lecet dan benturan, ada respons Crown Shyness yang diinduksi. Studi menunjukkan bahwa pertumbuhan cabang lateral sebagian besar tidak dipengaruhi oleh tetangga sampai terganggu oleh abrasi mekanis. Jika mahkota artifisial dicegah dari bertabrakan di angin, mereka secara bertahap mengisi celah kanopi. Ini menjelaskan contoh Crown Shyness di antara cabang organisme yang sama. Para pendukung ide ini menyebutkan bahwa Crown Shyness terutama terlihat dalam kondisi yang kondusif untuk pemangkasan ini, termasuk hutan berangin, tegakan pohon yang fleksibel, dan hutan suksesi awal di mana cabangnya fleksibel dan terbatas dalam gerakan lateral. Dengan penjelasan ini, fleksibilitas variabel dalam cabang lateral memiliki bantalan besar pada tingkat Crown Shyness.

Demikian pula, beberapa penelitian menunjukkan bahwa abrasi konstan pada nodul pertumbuhan mengganggu jaringan kuncup sedemikian rupa sehingga tidak dapat melanjutkan dengan pertumbuhan lateral. Rimbawan Australia M.R. Jacobs, yang mempelajari pola Crown Shyness di eucalyptus pada tahun 1955, percaya bahwa ujung tumbuh pohon sensitif terhadap abrasi, menghasilkan celah kanopi. Miguel Franco (1986) mengamati bahwa cabang Picea sitchensis (Sitka spruce) dan Larix kaempferi (larch Jepang) mengalami kerusakan fisik akibat abrasi, yang membunuh tunas-tunas utama.

Hipotesis yang menonjol adalah bahwa Crown Shyness harus dilakukan dengan penginderaan cahaya timbal balik oleh tanaman yang berdekatan. Respon penghindaran naungan fotoreseptor yang dimediasi adalah perilaku yang terdokumentasi dengan baik dalam berbagai spesies tanaman. Deteksi tetangga dianggap berfungsi dari beberapa fotoreseptor yang unik. Tanaman mampu merasakan kedekatan tetangga dengan merasakan cahaya backscattered far-red (FR), tugas yang sebagian besar dianggap dicapai oleh aktivitas photoreceptors phytochrome. Banyak spesies tanaman merespon peningkatan cahaya FR (dan, dengan ekstensi, mengganggu tetangga) dengan mengarahkan pertumbuhan menjauh dari stimulus FR dan dengan meningkatkan tingkat pemanjangan. Demikian pula, cahaya biru (B) digunakan oleh tanaman untuk menginduksi respon naungan-menghindar, kemungkinan memainkan peran dalam pengakuan tanaman tetangga, meskipun modalitas ini baru mulai dikarakteristikkan.

Karakterisasi perilaku ini mungkin menunjukkan bahwa rasa malu mahkota hanyalah hasil dari saling bayangan berdasarkan respons penghindaran teduh yang dipahami dengan baik. Sarjana Malaysia Francis S.P. Ng, yang mempelajari Dryobalanops aromatica pada tahun 1977 menyarankan bahwa ujung tumbuh sensitif terhadap tingkat cahaya dan berhenti tumbuh ketika mendekati dedaunan yang berdekatan karena naungan induksi. Sebuah studi baru-baru ini menunjukkan bahwa Arabidopsis menunjukkan strategi penempatan daun yang berbeda ketika tumbuh di antara kerabat dan individu yang tidak terkait, menenggelamkan tetangga yang berbeda dan menghindari kerabat. Tanggapan ini terbukti bergantung pada berfungsinya berbagai modalitas fotosensori. Studi telah mengusulkan sistem serupa penghambatan pertumbuhan fotoreseptor-dimediasi sebagai penjelasan dari Crown Shyness, meskipun hubungan kausal antara fotoreseptor dan mahkota asimetri belum terbukti secara eksperimental. Ini mungkin menjelaskan contoh-contoh jarak antar sela yang hanya dipamerkan di antara individu-individu sejenis.

Jenis Pohon yang menampilkan pola Crown Shyness meliputi:

Spesies Dryobalanops, termasuk Dryobalanops lanceolata dan Dryobalanops aromatica (kapur)
Beberapa spesies eukaliptus
Pinus contorta atau lodgepole pine
Avicennia germinans atau mangrove hitam
Didymopanax pittieri
Clusia alata
K. Paijmans mengamati kenakalan mahkota dalam kelompok spesies multi-spesies, terdiri dari Celtis spinosa dan Pterocymbium beccarii
Selengkapnya

Tabebuya Rosea - Handroanthus Chrysotrichus

Bunga Tabebuya Rosea - Handroanthus ChrysotrichusTabebuya (Chrysotricha) adalah jenis tanaman yang berasal dari negara Brasil termasuk jenis pohon besar, dan seringkali orang kebanyakan menyebutnya sebagai tanaman Sakura, karena bila berbunga bentuk mirip seperti bunga sakura. Pohon Tebebuya memiliki kelebihan di antaranya daunnya tidak mudah rontok, disaat musim berbunga maka bunganya terlihat sangat indah dan lebat, akarnya tidak merusak rumah atau tembok walau berbatang keras. Tanaman Tabebuya memiliki bunga yang berbeda-beda warna. Ada warna kuning dan berbentuk terompet, juga ada banyak sekali spesies tabebuya dan berasal dari berbagai negara dengan genustabebuia dan dengan warna bunga beraneka macam, tetapi yang sering dijumpai di Indonesia yang kuning terompet dengan Bunga pohon tabebuya memiliki panjang 3 –11 cm, berbentuk terompet dan bergerombol.

Setiap spesies pohon tabebuya memiliki warna yang berbeda-beda, saat ini warna yang banyak dikenal adalah putih, pink muda, kuning, kuning ke-orange-an, magenta, pink tua, dan ada yang merah. motif garis warna ungu di dalam bunga. Tabebuia merupakan pohon lindung yang mampu berbunga dan memiliki bentuk bunga yang bagus. Selain memiliki beberapa pilihan warna, Tabebuia pada musim berbunganya mampu menghasilkan jumlah bunga yang sangat banyak dan tidak putus sejak awal musim kemarau hingga menjelang musim hujan. Bahkan sekarang ini musim pembungaan dapat diatur dengan manipulasi pola pemupukan.

Habitat asli Tabebuya berasal dari daerah dengan iklim kering, sehingga memiliki ketahanan hidup yang tinggi dalam kondisi kekeringan. Hal ini sangat sesuai karena tanaman penghijauan umumnya dihadapkan pada kurangnya penyiraman disaat musim kemarau. Pohon ini adalah pohon hias populer dapat tumbuh di berbagai jenis tanah di daerah subtropis dan tropis. Tabebuya adalah pohon rendah pemeliharaan, membutuhkan pemangkasan hanya untuk memangkas tangkai mati atau rusak. Hama atau penyakit jarang mengganggu pohon tropis.

Ada dua jenis pohon Tabebuya yang populer sebagai tanaman hias pekarangan: Tabebuya Kuning, pohon besar mencapai 8m, dan Tabebuya Merah Muda. Di Indonesia Tabebuya sudah dijadikan tanaman peneduh jalan raya di Surabaya, Malang, Jakarta, Magelang, dan kota-kota lainnya. Di sejumlah jalan protokol di Kota Surabaya Bunga-bunga di tepian sejumlah jalan Kota Pahlawan itu mulai mekar. Pemandangan tersebut bahkan disebut-sebut sama dengan panorama mekarnya bunga sakura di Jepang, dan dijadikan sebagai lokasi warga untuk berswafoto. Pemkot Surabaya yang telah menanam bunga Tabebuya ini sepanjang jalan Ahmad Yani dan pemandangan Surabaya saat ini seperti di Kota Tokyo, Jepang.
Selengkapnya

Lovebird Kusumo - Si Burung Harga 2 Miliar Mati

Lovebird Kusumo - Si Burung Harga 2 Miliar MatiLovebird Kusumo bagi pengemar Lovebird Indonesia tentu tak asing mendengar nama tersebut, apalagi dikalangan kicau mania burung Lovebird disebut sebagai legenda juara Ngekek (tawa), diberbagai kontes burung level nasional. Lovebird Kusumo punya banyak cerita dikalangan pecinta lovebird sebab prestasinya. Oleh sebab itu Lovebird Kusumo ini pernah ditawar dengan nilai yang tak tanggung tanggung mencapai miliaran. Lovebird Kusumo konon pernah ditawar hingga 2 miliar tetapi tak dilepas oleh pemiliknya.

Rabu (21/11/2018), pemilik Love Bird Kusumo Sigit WMP, melakukan live streaming melalui akun youtube miliknya. Video itu diberi judul Sigitwmp & KUSUMO Never Ending. Pada intinya Sigit WMP membenarkan bahwa Lovebird Kusumo tak bisa menemani dirinya dan kru untuk silaturohmi ke kicau mania, khususnya Lovebird. Kusumo meninggal sekitar jam 01:43 WIB. Ini sekaligus menjelaskan soal status kru Kusumo, daripada banyak yang tanya, ini saya umumkan. Sigit juga mengungkapkan, sebelum diketahui mati, Lovebird Kusumo dalam kondisi sehat dan masih berada di dalam kandang ternak.

Peternak burung lovebird Amengungkapkan, Burung lovebird adalah salah satu jenis burung terbaik untuk dijadikan burung peliharaan. Salah satu burung terkecil di dalam keluarga kakaktua..Tetapi ukuran bukanlah menjadi suatu masalah untuk memelihara burung cantik ini. Lovebird memiliki kicau yang merdu dan suka bermain. Bahkan, semakin panjang dan merdu kicauanya, harga jual dari burung ini akan semakin mahal. Untuk menjadi jawara seperti lovebird kusumo misalnya, perlu dilakukan pelatihan yang intens dimana, peternak atau mereka yang suka dengan lovebird harus memberikan sonik. Sonik sendiri ialah sejenis rekaman kicauan burung.
Selengkapnya

Romaine lettuce - Selada Cos Lactuca sativa Longifolia

Romaine lettuce - Selada Cos Lactuca sativa LongifoliaSelada (Lactuca sativa) adalah tumbuhan sayur yang biasa ditanam di daerah beriklim sedang maupun daerah tropika. Kegunaan utama adalah sebagai salad. Produksi selada dunia diperkirakan sekitar 3 juta ton,yang ditanam pada lebih dari 300.000 ha lahan.

Lactuca sativa, satu-satunya jenis Lactuca yang didomestikasi, merupakan tumbuhan asli lembah dari bagian timur Laut Tengah. Bukti lukisan pada pemakaman Mesir kuno menunjukkan bahwa selada yang tidak membentuk "kepala" telah ditanam sejak 4500 SM. Awalnya, tanaman ini mungkn digunakan sebagai obat, dan untuk minyak-bijinya yang dapat dimakan. Beberapa ras lokal selada, diketahui digunakan untuk diambil minyak-bijinya. Tipe selada liar sering memiliki daun dan batang yang berduri, tidak membentuk kepala dan daunnya berasa pahit, serta mengandung banyak getah.

Pemuliaan tanaman ini mungkin ditekankan untuk memperoleh tanaman yang tidak berduri, lambat berbunga, berbiji besar dan tidak menyebar, tidak bergetah, dan tidak pahit. Aspek lain meliputi tunas liar lebih sedikit, daun lebar dan besar, dan membentuk kepala. Selada yang membentuk kepala adalah tanaman yang dibudidayakan agak lebih kini, yang pertama kali dinamakan sebagai "selada kubis" pada tahun 1543.

Ada empat kelompok budidaya selada:

capitata, selada kepala renyah (crisphead, iceberg) dan kepala mentega (butterhead)
longifolia, selada cos (romaine)
crispa, selada daun longgar
asparagina, selada batang

Romaine atau cos lettuce (Lactuca sativa L. var. Longifolia) adalah berbagai selada yang tumbuh di kepala tinggi dari daun hijau gelap yang kokoh dengan iga kuat di pusat mereka. Tidak seperti kebanyakan selada, ia tahan panas. Ini lebih bergizi daripada selada gunung es. Di Amerika Utara, romaine dijual sebagai kepala utuh atau sebagai "hati" yang daun bagian luarnya dibuang dan sering dikemas bersama. Pada November 2018, selada romaine yang dijual secara komersial adalah subjek peringatan oleh otoritas kesehatan AS dan Kanada bahwa itu tidak boleh dikonsumsi dalam bentuk apapun, di rumah atau di restoran, oleh manusia karena kontaminasi dengan bakteri E. coli.
Selengkapnya

Rafflesia Arnoldii atau Bunga Padma Raksasa

Rafflesia Arnoldii - Bunga Padma RaksasaRafflesia adalah genus tumbuhan bunga parasit. Ia ditemukan di hutan hujan Indonesia oleh seorang pemandu dari Indonesia yang bekerja untuk Dr. Joseph Arnold tahun 1818, dan dinamai berdasarkan nama Thomas Stamford Raffles, pemimpin ekspedisi itu. Ia terdiri atas kira-kira 27 spesies (termasuk empat yang belum sepenuhnya diketahui cirinya seperti yang dikenali oleh Meijer 1997), semua spesiesnya ditemukan di Asia Tenggara, di semenanjung Malaya, Kalimantan, Sumatra, dan Filipina. Tumbuhan ini tidak memiliki batang, daun ataupun akar yang sesungguhnya. Rafflesia merupakan endoparasit pada tumbuhan merambat dari genus Tetrastigma (famili Vitaceae), menyebarkan haustoriumnya yang mirip akar di dalam jaringan tumbuhan merambat itu.

Satu-satunya bagian tumbuhan Rafflesia yang dapat dilihat di luar tumbuhan inangnya adalah bunga bermahkota lima. Pada beberapa spesies, seperti Rafflesia arnoldii, diameter bunganya mungkin lebih dari 100 cm, dan beratnya hingga 10 kg. Bahkan spesies terkecil, Rafflesia manillana, bunganya berdiameter 20 cm. Bunganya tampak dan berbau seperti daging yang membusuk, karena itulah ia disebut "bunga bangkai" atau "bunga daging". Bau bunganya yang tidak enak menarik serangga seperti lalat dan kumbang kotoran, yang membawa serbuk sari dari bunga jantan ke bunga betina. Sedikit yang diketahui mengenai penyebaran bijinya. Namun, tupai dan mamalia hutan lainnya ternyata memakan buahnya dan menyebarkan biji-bijinya. Rafflesia adalah bunga resmi negara Indonesia, begitu pula provinsi Surat Thani, Thailand.

Nama "bunga bangkai" yang dipakai untuk Rafflesia membingungkan karena nama umum ini juga digunakan untuk menyebut Amorphophallus titanum (suweg raksasa/batang krebuit) dari famili Araceae. Terlebih lagi, karena Amorphophallus mempunyai perbungaan tak bercabang terbesar di dunia, ia kadang-kadang secara salah kaprah dianggap sebagai bunga terbesar di dunia. Baik Rafflesia maupun Amorphophallus adalah tumbuhan bunga, namun hubungan kekerabatan mereka jauh. Rafflesia arnoldii mempunyai bunga tunggal terbesar di dunia dari seluruh tumbuhan berbunga, setidaknya bila orang menilai dari beratnya. Amorphophallus titanum mempunyai perbungaan tak bercabang terbesar, sementara palem Talipot (Corypha umbraculifera) memiliki perbungaan bercabang terbesar, terdiri atas ribuan bunga; tumbuhan ini monokarpik, yang artinya tiap individu mati setelah berbunga.
Selengkapnya

Bunga Kasna - Bunga Edelweiss dari Bali

Bunga Kasna adalah Bunga Edelweiss dari Bali Klasifikasi Nama LatinBunga Kasna menyerupai Bunga Edelweis yang tumbuh di Bali. Bunga Kasna berwana putih ini memiliki aroma khas yang wangi bukan hanya saat kondisi segar tapi juga pada saat kering. Sebagian masyarakat ada yang menyebutnya dengan Edelweiss Bali. Menurut masyarakat setempat, bunga kasna dipercaya sebagai pemberian dari dewa. Pada zaman dahulu, masyarakat meminta kepada Sang Hyang Widi sesuatu yang indah. Tiba-tiba saja muncul bunga yang berwana putih lalu oleh masyarakat bunga tersebut ditanam di bawah kaki Gunung Agung dan akan dipanen 6 bulan sekali menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan.

Selain bunga kasna, ada beberapa bunga yang ditanam di lereng Gunung Agung. Bunga-bunga tersebut dipetik dan gunakan untuk sesaji upacara umat Hindu. Padang Bunga Kasna Tak Ubahnya Kebun Bunga Edelweis yang Tumbuh di Bali. Kebun Bunga Kasna di Kecamatan Rendang kini dikembangkan menjadi objek wisata. Karena setiap harinya banyak wisatawan yang berkunjung untuk melihat langsung keindahan Bunga Kasna. Konon bunga kasna hanya bisa tumbuh di Temukus saja, pernah ada yang mencoba menanam di daerah lain namun tidak bisa. Padang bunga kasna terletak di Desa Temukus, kecamatan Rendang, Karangasem – Bali. kurang lebih 15 menit dari Pura Besakih.

Jika berkunjung ke Karangasem, Bali, tidak ada salahnya singgah di Temukus di Dusun Junggul, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, untuk menikmati pemandangan yang jarang ditemui. Kebun Padang Kasna, namanya. Di tempat ini, tanaman berwarna putih yang hanya tumbuh di kawasan kaki gunung Agung yang berhawa sejuk menghampar. Untuk mencapai kebun ini memang butuh perjuangan karena harus melewati banyak jalan yang bercabang. Namun, bertanya kepada warga lokal ketika sudah sampai di Pura Besakih akan sangat membantu untuk mencapai Kebun Padang Kasna. Jika beruntung, warga yang baik hati akan mengantarkan pengunjung langsung ke tempat tersebut.
Selengkapnya

Data Deskripsi dan Klasifikasi Ilmiah Ikan Buntal

Deskripsi Data dan Klasifikasi Ilmiah Ikan BuntalIkan buntal - Tetraodontidae adalah sebuah famili dari ikan muara dan laut yang berasal dari ordo Tetraodontiformes. Secara morfologi, ikan-ikan serupa yang termasuk dalam famili ini serupa dengan ikan landak yang memiliki tulang belakang luas yang besar (tidak seperti tulang belakang Tetraodontidae yang lebih tipis, tersembunyi, dan dapat terlihat ketika ikan ini menggembungkan diri). Nama ilmiah ini merujuk pada empat gigi besar yang terpasang pada rahang atas dan bawah yang digunakan untuk menghancurkan cangkang krustasea dan moluska, mangsa alami mereka.

Ikan buntal secara umum dipercayai sebagai vertebrata paling beracun kedua di dunia setelah Katak Racun Emas. Organ-organ dalam seperti hati dan kadang kulit mereka sangat beracun bagi sejumlah hewan jika dimakan, namun daging beberapa spesies ikan ini dijadikan sebagai makanan di Jepang (disebut 河豚, diucapkan fugu), Korea (disebut bok), dan Cina (disebut 河豚 he2 tun2) dan disiapkan oleh juru masak yang tahu bagian tubuh mana yang aman dimakan dan seberapa banyak kadarnya. Tetraodontidae terdiri dari sedikitnya 121 spesies ikan buntal yang terbagi dalam 20 genera. Ikan ini banyak ragamnya di perairan tropis dan tidak umum dalam di perairan zona sedang dan tidak ada di perairan dingin. Mereka memiliki ukuran kecil hingga sedang, meski beberapa spesies memiliki panjang lebih dari 100 sentimetre (39 in). Berikut Klasifikasi ilmiah :

Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Upafilum: Vertebrata
Kelas: Actinopterygii
Upakelas: Neopterygii
Infrakelas: Teleostei
Ordo: Tetraodontiformes
Famili: Tetraodontidae
Genera : Arothron, Auriglobus, Canthigaster, Carinotetraodon, Chelonodon, Colomesus, Contusus, Ephippion, Feroxodon, Fugu, Gastrophysus, Javichthys, Lagocephalus, Liosaccus, Marilyna, Monotretus, Omegaphora, Pelagocephalus, Polyspina, Reicheltia, Sphoeroides, Takifugu, Tetractenos, Tetraodon, Torquigener, Tylerius, Xenopterus

Fugu (babi sungai) adalah kata dalam bahasa Jepang untuk ikan buntal dan makanan yang dibuat dari ikan ini dari genus Takifugu, Lagocephalus, atau Sphoeroides) atau ikan landak (dari genus Diodon). Fugu dapat sangat beracun karena mengandung tetradotoxin, karena itu harus hati-hati penyediaannya untuk menghilangkan bagian yang beracun agar tidak mengkontaminasi daging. Persiapan memasak Fugu di restoran sangat diawasi ketat oleh hukum di Jepang dan beberapa negara lain, hanya koki yang berkualifikasi dan telah mengikuti pelatihan khusus yang boleh menangani ikan ini. Persiapan sendiri di rumah biasanya akan mengakibatkan kematian. Fugu disajikan sebagai sashimi dan chirinabe. Bagian yang paling enak pada Fugu adalah hati namun juga merupakan yang paling beracun, dan penyajian organ ini di Jepang telah dilarang pada 1984. Fugu telah menjadi salah satu hidangan paling terkenal dan menantang dalam masakan Jepang.
Selengkapnya